Sampai Hari Ini Kadispendukcapil Siap Ketemu Dengan Pak Gembala

INFOTOTABUAN.COM, BOLTIM-Insiden tabrakan yang melibatkan Subari Manangin, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dengan dua mahasiswa teologi asal desa Dodap di ruas jalan Ratahan di Desa Motongkad Kecamatan Motongkad, beberapa pekan lalu terus menuai kecaman dari masyarakat Dodap, di media sosial beberapa hari terakhir ini.

Kadis capil, Subari Manangin saat di konfirmasi pada Senin, (29/04/2024) menguraikan, tentang kronologi kejadian tabrakan yang sebenarnya. menurut pak Subari, saat kejadian musibah tersebut kondisi jalanan masih basah karena baru habis hujan.

“Saya waktu itu dari arah Kotamobagu menuju Tutuyan, sedangkan dari arah berlawanan sepeda motor yang berboncengan tergelincir dan menabrak pintu depan samping pengemudi, pas di tikungan pertama sebelum SMK Motongkad. lalu bergegas saya hampiri si pengendara dan yang di bonceng untuk di bawah ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif, bahkan saya mengecek apakah ada luka benturan di bagian kepala atau tidak, jadi kejadiannya tidak sama dengan di postingan seperti yang berkembang sekarang ini, itu Hoax, dan saya bisa menuntut balik i pencemaran nama baik,” ujar Subari.

Subari juga melanjutkan, pihaknya sudah ketemu juga dengan pak gembala selaku pemilik kendaraan tersebut, dan telah membicarakan soal kerusakan kendaraan. Ia juga mengatakan sempat menawari pak gembala ikut bersama-sama ke polres Boltim guna untuk mengurai kronologi kejadian agar kita tau siapa yang benar dan yang salah. namu sampai 2 hari menunggu yang bersangkutan tak kunjung datang.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pak gembala, dan saya katakan, saya siap membantu untuk perbaikan kendaraanya semampu saya, kira-kira 2 jutaan untuk perbaikan kendaraan, karena kalo dilihat sepintas kerusakannya mendekati angka tersebut. namun perlu di ingat saya tidak mengaku bersalah, karena yang bisa menyatakan siapa yang salah dan benar hanya pihak kepolisian, tapi kalo membantu saya pribadi siap membantu dalam perbaikan kendaraanya, sampai sekarang saya siap,” pungkas Kadis Subari.

Sementara itu, Pak Gembala saat ditemui di kediamannya membenarkan, bahwah pihaknya memang sudah ketemu dengan pak Subari di Puskesmas Motongkad dan sempat membicarakan persoalan tersebut.

“Iya kami sudah berbicara tentang hal tersebut, dan pak kadis sangat koorperatif mau membantu saya untuk perbaikan kendaraan yang rusak, namun pasca kejadian itu, saya dengan beliau belum ketemu. mungkin pak kadisnya masih sibuk. Ini musibah yang setiap orang pasti tidak mau kalo sengaja menabrakkan kendaraanya,” tutur pak gembala.

Bagikan Berita ini