Minggu , 11 Oktober 2026

Pj. Sangadi Inaton Bantah, Tudingan Pihaknya Lakukan Pelarangan Aktivitas Keagamaan di Desanya

INFOTOTABUAN.COM, BOLTIM- Pj. Sangadi Desa Inaton Debby Sintia Dewi., Kepada Infototabuan.com membantah terkait adanya tudingan, pelarangan kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan di sala satu masjid yang berada di desa Inaton. Beliau mengaku pihaknya tidak pernah melakukan hal tersebut, buktinya beberapa pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Desa Inaton sukses terlaksana. Menurutnya, khusus untuk kegiatan manakib pihaknya menyarankan untuk dipindahkan semntara pelaksanaan kegiatannya, mengingat sudah ada perselisihan antara BTM Tokoh Agama dengan panitia pelaksana Manakib untuk menghindari terjadinya hal yang kita tidak inginkan bersama namun untuk Maulidan pihaknya tidak pernah melakukan pelarangan.

“Sekali lagi saya tidak melarang kegiatan Keagamaan seperti  perayaan Maulid hanya kegiatan Manakib yang juga bukan dilarang tapi saya menyarankan untuk sementara dilaksanakan di tempat lain dulu seperti di sekretariatnya sebab ini adalah organisasi. sebagai pemerintah desa kami bertanggung jawab penuh atas segala aktifitas kemasyarakatan yang ada di desa kami, termasuk kegiatan yang menggunakan fasilitas umum termasuk Masjid. Sehingga Kami selaku pemerintah mengingat agar tidak ada gesekan antara warga maka saya selaku pemerintah desa berinisiatif untuk menyarankan agar kegiatan Manakib ini baiknya dilaksanakan di tempat lain, itu saja tidak ad maksud apapun, seperti yang berkembang di masyarakat saat ini,” tutur Ibu Debby.

Lanjutnya pihaknya berharap agar masyarakat bisa lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan yang ada, untuk bisa membedakan mana berita yang sebenarnya serta mana yang “HOAX”.

“Agar tidak ada “Fitnah”, maka secepatnya kami selaku pemerintah desa dan pihak terkait dalam hal ini penyelenggara manakib, untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini, saya yakin dan percaya, kita sama-sama mempunyai niat serta itikad baik. Insyaallah nanti malam selepas Ba’da Isya, kami akan lakukan pertemuan dengan Penyelenggara yang setau saya di bawah naungan Bung R.M yang kemudian akan difasilitasi oleh pemerintah wilayah Kecamatan Modayag Barat,” Pungkas Debby.

Sementara itu penanggung jawab kegiatan manakib serta Dzikir Revo Mamonto, membenarkan kejadian ini, saat di konfirmasi beliau mengungkapkan kegiatan tersebut perselisihan tersebut, terjadi pasca pra pelaksanaan maulidan dan kegiatan manakib. Dan khusus untuk kegiatan manakib diarahkan oleh Pj. Sangadi Desa Inaton Ibu Debby Sintia Dewi untuk dilaksanakan di tempat lain saja. Pada saat persiapan pelaksanaan kegiatan, Ibu Sangadi mengarahkan agar sebaiknya kegiatan Manakib dilaksanakan saja di sekretariat kami saja. Kami sangat menyayangkan hal tersebut, pasalnya kegiatan yang rutin dilakukan sejak beberapa tahun belakangan ini di dalam masjid Miftahul Jannah Desa Inaton  secara halus diarahkan oleh pemerintah desa dalam hal ini sangadi, untuk dilaksankan di tempat lain. perlu di ketahui Manakib Syaikh Abdul Qadir Jailani ini yakni bercerita tentang kehidupan pribadi Syaikh Abdul Qadir Jailani dari kecil hingga meninggal serta di isi dengan amalan-amalan yang lain berupa Dzikir dan pengajian, hal ini diharapkan agar bisa menuntun anak-anak kita ke depan termasuk anak saya ke hal yang baik dan berakhlak mulia, saya rasa ini masih terukur dan tidak ada hal-hal yang menyimpang.

“Memang dalam hal ini, Pj. Sangadi Desa Inaton Debby Sintia Dewi., tidak menolak secara tegas, namun beliau mengarahkan agar kegiatan manakib ini di lakukan saja di sekretariat, dengan dalih bahwah ini merupakan kegiatan dari pesantren. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya perselisihan antara pihak kami dan pemdes. Sebab setahu kami dari kemarin-kemarin kegiatan keagamaan seperti ini, rutin kami lakukan dan tidak ada masalah, bahkan selalu mendapat support dari Pemdes kok bisa sekarang berbalik. Saya mengakui bahwah kemarin itu, pasca rapat dengan Pemdes Inaton, kami sempat bersi tegang, hingga saya berinisiatif untuk tidak mengundang pemdes, mungkin ini salah satu faktor juga, namun secara organisasi teman-teman berharap untuk mengundang Pemdes terkait. jadi ini murni inisiatif saya, maka jika bersalah salah, sayalah yang harusnya di hukum baik itu secara administrasi atau apa sebab sesuai dengan kapasitas saya saat ini yaitu pembina remaja masjid, saya yakin ibu sangadi yang sudah saya anggap sebagai kakak tidak mungkin seperti ini, pasti ada “Pihak-pihak” yang tidak bertanggung jawab yang berada dibelakang semua ini,” tandas Revo.

 

Bagikan Berita ini