Info Totabuan, Bolmut — Sehari setelah aksi yang digelar para guru pendidikan agama di Bolmut, Kementerian Agama (Kemenag) Bolmut menggelar pertemuan dengan seluruh guru Pendidikan Agama Islam maupun Kristen di lingkungan Pemerintah Daerah Bolmut.
Para guru pun berkumpul, menantikan kejelasan yang selama ini dinanti: kapan Tunjangan Profesi Guru mereka akan mengalir.
Melalui sambungan daring, Kepala Kantor Kemenag Bolmut, Idrus Sante, hadir di tengah kehadiran para guru yang memenuhi ruangan. Ia menyampaikan, saat ini anggaran yang dibutuhkan belum tersedia.
“Kami terus berupaya mengusulkannya, kami berharap Bapak dan Ibu guru tetap bersabar,” ujar Idrus Sante.
Menurut Kakan Kemenag, prosesnya sedang berjalan.
“Mari kita berdoa semoga segera selesai, dan pembayaran bisa segera dilakukan.” Ujarnya
Lebih lanjut ia menjelaskan, keterlambatan ini bukan hal yang dialami Bolmut semata.
“Ini menyangkut kondisi nasional, di Sulawesi Utara saja, masih ada delapan kabupaten dan kota yang belum menerima pencairan yang sama,” ungkapnya, berharap hal ini dapat dipahami bersama.
Namun penjelasan tersebut belum sepenuhnya menenangkan para guru. Suara tanya tetap terdengar dari tengah ruangan.
“Kami meminta keterbukaan. Jelaskan secara transparan mengapa tunjangan profesi ini belum kunjung cair,” tegas salah seorang guru.
Bahkan salah seorang guru mengungkapkan, kalau tidak ada aksi kemarin, mungkin pertemuan hari ini pun tidak akan ada.
Sementara itu, dari bagian Perencanaan Kemenag Bolmut, Nur Zumriyah turut memaparkan realita yang dihadapi. Pengajuan sudah dilakukan secara rinci, namun kenyataannya sangat jauh dari harapan.
“Proses pengusulan ini berdasarkan by name dan by adress masing-masing guru. Namun dari pusat, yang baru cair hanya satu miliar rupiah, padahal kebutuhan kami mencapai enam miliar rupiah,” ungkapnya.
Pertemuan hari ini setidaknya telah membuka ruang dialog, meski kepastian pencairan masih menjadi harapan yang menunggu terwujud.
(Ridwan)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan