KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyusul perkembangan situasi yang melibatkan masyarakat Desa Popo, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu. Pemerintah mengimbau masyarakat di kedua wilayah tetap tenang, menahan diri, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar persoalan.
Wali Kota Kotamobagu melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketenteraman masyarakat tetap terjaga. Ia mengajak warga Desa Popo dan Kelurahan Upai tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada pemerintah dan aparat keamanan. “Kami mengajak masyarakat di Desa Popo dan Kelurahan Upai untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun. Peristiwa yang terjadi tadi malam tentu kita harapkan tidak terulang kembali. Jangan mengambil tindakan sendiri dan mari kita percayakan penanganannya kepada pemerintah dan aparat keamanan,” ujar Sahaya.
Sahaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri maupun aksi balasan apabila terdapat persoalan atau dugaan pelanggaran hukum. Setiap laporan diminta disampaikan melalui jalur resmi agar dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, warga diminta bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi, foto, maupun video yang belum terverifikasi karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh situasi. “Kita harus bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru memperkeruh suasana atau memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pesannya.
Untuk mencegah persoalan berkembang lebih luas, Pemkot Kotamobagu telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Rapat koordinasi antarpemerintah daerah bersama pihak terkait dijadwalkan untuk membahas langkah bersama dalam menjaga keamanan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa. Pemerintah juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta para orang tua untuk turut menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan dan membantu menjaga suasana tetap kondusif.
“Mari kita jaga hubungan baik antarmasyarakat. Percayakan penanganannya kepada pemerintah dan aparat keamanan, serta hormati proses hukum yang sedang berjalan. Yang paling penting, malam ini kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman,” pungkas Sahaya. Pemerintah berharap komunikasi lintas daerah dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat membantu mempertahankan keamanan sekaligus menjaga hubungan baik antara masyarakat Desa Popo dan Kelurahan Upai.
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan