Bolaang Mongondow Raya

PPTK di UPTD PU provinsi diduga Tipu Warga Proyek Marka Jalan Selesai gaji pekerja Tak Dibayar

Infototabuan, Kotamobagu. Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, pribahasa ini sangat tepat disematkan kepada Budin Mokoginta, warga Kotamobagu Sulut.

Budin tidak lain adalah pekerja “Marka” jalan itu, diperlakukan tidak adil alias merasa ditipu dengan tidak dibayarkan uang gaji sesuai kesepakatan sebelumnya.

Dugaan penipuan itu dilakukan oleh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
Tidak lain adalah PPTK di UPTD Pekerjaan Umum dan penataan ruang provinsi Sulawesi Utara.

Budin menuturkan, dugaan penipuan itu dialaminya pada pengerjaan Marka jalan di Modayag- Molobog kabupaten Boltim dengan volume pekerjaan kurang lebih 4.692 M2, tahun anggaran 2021-2022 Sumber dana APBD provinsi yang dimulai pekerjaannya pada tanggal 18-12-2022.

Kepada wartawan infotobuan.com Dia mengeluhkan kalau uang pekerjaan yang telah disepakati tak kunjung di bayarkan.

” Saya merasa sangat dirugikan dalam pekerjaan itu” Tuturnya dengan kesal.

Ia mengungkapkan, upah kerja yang tidak dibayarkan kepadanya sebesar Rp 172 000 000.

Pekerjaan itu Ia dapatkan dari salah seorang ASN yang juga PPTK di UPTD Pekerjaan umum provinsi Sulut melalui kontrak kerja antara perusahaan PT Lumbung berkat Indonesia (LBI), bersumber dari dana APBD provinsi melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Oknum PPTK tersebut tidak lain bernama Rus***to Alias IP sebagai pihak kedua yang memberikan pekerjaan sementara Budin merupakan pihak ketiga dalam pengerjaan Marka jalan itu.

Budin menuturkan drinya tidak hanya rugi secara material tetapi juga waktu dan energinya menjadi sia sia dimana setelah pekerjaan selesai gajinya pun tak urung Jo dibayar.

“Saya hanya terus dijannji dan dijanji oleh saudara PPTK Rus***to, saya sudah rugi banyak, untuk belanja matrial pembuatan marka dan kemudian harus memikirkan lagi gaji orang kerja, apalagi pada waktu itu momentnya menjelang hari raya idulfitri 2022 terangnya.

” Benar benar saudara Rus***to itu sangat keterlaluan sampai hari ini gaji saya tak kunjung dibayar. Tandasnya

Upaya persuasif terus dan sudah dilakukan Budin, namun rupanya saudara Rus Tak punya itikad baik sama sekali untuk membayar jasa kerja.

“Rus itu sudah membuat kesabaran saya habis, nanti kita mo lapor dia di Polda (nanti saya laporkan dia kepolda). saya punya banyak barang bukti dan itu semua sudah saya persiapkan. kita lihat nanti, tegas Budin.

Secara terpisah, Rus saat dikonfirmasi 4-7-2022 dua pekan lalu dalam keteranganya terkait dugaan penipuan ini, ia membenarkan hal itu,, dimana dirinya memang belum melunasi semua kewajibanya membayar upah kerja kepada saudara Budin mokoginta.

Menurutnya dia akan bertanggung jawab dan akan membayarkan kewajibanya tersebut.

Dengan membuat pernyataan secara lisan akan melunasi semua uang itu.

Namun disayangkan sampai berita ini dimuat. Rus tidak menepati janjinya bahkan sudah sulit dihubungi.

Menyikapi persoalan tersebut. LSM Aliansi Indonesia ikut angkat bicara, melalui ketuanya, Hery Lasabuda juga bertindak selaku Kuasa pendamping menambahkan, saudara Rus***to tidak mau koperatif dan suka berbelit Belit sehingga dengan sangat terpaksa kami harus menempuj jalur hukum sebagai pencarian solusi terhadap permasalahan ini ujar Lasabuda.

“Saya kira tidak ada alasan lain lagi, kami sebagai Kuasa pendamping sudah cukup memberikan toleransi waktu dan kesempatan, sudah berkordinasi dengan berbagai pihak terutama Kepala UPTD Pekerjaan Umum provinsi Sulawesi Utara. Bapak Anwar Lobud namun tak juga menemukan solusi terbaik.

“InshaAllah tak ada aral Selasa besok tgl 19-7-2022 kami resmi melapor ke Polda Sulut, kita lihat nanti proses hukumnya seperti apa, yang jelas sampai hari ini kami terus melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) sebagai pendukung kelengkapan materi laporan dan alat bukti yang faktual. Tegasnya.

Sementara itu kepala UPTD PU Provinsi Sulawesi Utara Bpk Anwar Lobud saat ditemui siang tadi Senin 18-7-2022 ditempat kerjanya menjelaskan hal yg sama bahwa upaya untuk memediasi kedua belah pihak selalu ingin diupayakan tpi tak mendapat respon positif dari saudara Rus alias Ip, bahkan Lobud mengatakan merasa kesulitan menghubungi pihak Rus alasanya setiap kali ditelpon Rus Engan untuk mengangkat Hand phon genggamnya.

“Iyah mau apa lagi saya sudah berusaha tpi rupanya Rus alias Ip tak mau merespon saya,” kata pak Lobud singkat.(Mutu)

Bagikan Berita ini
To Top