INFOTOTABUAN,BOROKO—Masuk musim tender Tahun 2018, Dewan Kabupaten (Dekab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) berjanji akan meminimalisir adanya kontraktor nakal alias abal-abal, yang nantinya akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas pekerjaan.
Personil komisi tiga Dekab Bolmut Roby Lombogia mengatakan, jika ditemukan kontraktor nakal atau hanya asal memperoleh proyek dengan tidak memperhatikan kualitas dan target waktu, maka berpotensi putus kontrak.
”Hal ini harus diawasi mulai saat ini agar tidak merugikan anggaran pemerintah. Dalam lelang yang sudah sangat terbuka melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik, siapa saja bisa masuk. Namun harus tetap menjaga komitmen,” tegas Ko Obi akrabnya.
Jika kontraktor pelaksana proyek asal-asalan, maka proyek bisa putus kontrak atau tidak selesai dan pemerintah yang kembali menanggung anggarannya. Padahal jika dianggarkan kembali, indeksnya sudah berbeda karena tergantung tingkat inflasi dan standar harga lainnya.
“Melalui pengawas harus ditegaskan jika pengawasan harus tegas dan jika terbukti pelaksana proyek melanggar, langsung ditindak tegas. Agar memperoleh kontraktor atau pemenang lelang yang benar-benar komitmen, harus diseleksi dengan teliti,” kuncinya. (Smob)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan