Jumat , 9 Oktober 2026

Warga Mongkonai Uji Nasib Ternak Lalat BSF.

Infototabuan, Kotamobagu- Persaingan ternak hewan di Kotamobagu banyak yang sama, namun ada yang menarik sebuah usaha yang dilakukan oleh Warga Mongkonai, Kotamobagu Barat, yakni Salim Blangkot, pria tersebut mencoba uji nasib membangun ternak Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF).

Peliharaan ini, bisa dibilang baru sekitar 3 bulan, namun hasilnya mulai terlihat oleh pria 45 tahun itu. Menurut Salim, ternak yang ia bangun ini, untuk pembuatan Pelet. Prosesnya juga, tak ribet apabila ingin dilakukan oleh warga yang ingin mencoba.

“Proses ternak ini mudah, jadi saya buat kandang lalat, nah kemudian setelah lalat-lalat itu bertelur, saya ambil telurnya, lalu dibuat tempat sendiri untuk penetasan telurnya, setelah dia menetas, yang akan keluar dari telur itu magot, atau ulat,” cerita Salim, Senin (8/3).

Saat ditanya, proses pembuatan pelet, dirinya menjelaskan. “Kalau magotnya sudah keluar dari telur, saya diamkan selama 15 hari sampai dia besar. Makanan magot itu juga, tidak butuh biaya, karena makanannya cuma sampah organik,” jelasnya.

Jika magotnya sudah mulai mengeras, artinya akan berubah menjadi lalat, maka itu sudah bisa dibuat pelet. “Dihancurkan dan dicampur dengan dedak (konga), dan beras jagung. Magot itu juga mengandung protein 45 persen,” urai Salim.

Jika sudah diolah dan menjadi pelet unggas atau ayam dan ikan, maka per kilo harganya akan dijual dengan harga Rp6.500. “Bahkan bisa sampai harga 7.000 rupiah, tapi ini baru akan saya coba uji nasib” akunya.

Percobaan usaha tersebut, pria yang tinggal di RT 5 RW 3 ini lakukan sudah beberapa bulan. “Saya baru mulai, kurang lebih sudah berjalan 3 bulan ini. Dan modal saya juga tak banya, cuma 300 ribu rupiah,” tambahnya, seraya tersenyum.

Bagi Salim, Lalat BSF ini juga, solusi untuk mengurangi sampah. “Ini juga bisa dikembangkan pemerintah, karena makanannya cuman sampah organik. Sampah akan bersih, jika lalat-lalat BSF ini yang makan,” ungkapnya.

Dirinya mencoba usaha ini, termotivasi dari Youtube. “Saya nonton dalam Youtube, dan melihatnya, lalu saya coba. Kalau di kotamobagu sendiri, hanya ada dua ternak Lalat BSF ini, satu di Kelurahan Motoboi Kecil. Dan kalau usaha ternak lain sudah banyak, makanya saya coba pelihara lalat BSF,” pungkas Salim. (*)

Bagikan Berita ini