Jumat , 9 Oktober 2026

Wali Kota Kotamobagu Dorong Pola Asuh Tanpa Kekerasan untuk Lindungi Anak

KOTAMOBAGU — Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., menekankan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui penerapan pola asuh tanpa kekerasan serta penguatan peran keluarga dan sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Weny Gaib saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kotamobagu di Aula SKB Gogagoman, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Dampak Pola Asuh terhadap Psikologi dan Karakter Anak” tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola pengasuhan yang tepat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman.

Weny mengatakan, pembentukan generasi berkualitas harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, rumah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak memiliki tempat yang tepat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.

Ia juga mengingatkan orang tua agar lebih banyak mendengar dan memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan perasaan maupun permasalahan tanpa rasa takut dihakimi.

“Anak harus merasa bahwa keluarga adalah tempat pertama untuk mencari perlindungan. Jangan sampai karena kurangnya perhatian, anak justru memilih menceritakan persoalannya kepada pihak lain,” ujar Weny.

Selain keluarga, Weny menegaskan sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik. Perhatian terhadap perkembangan karakter dan kondisi psikologis anak, kata dia, perlu berjalan seiring dengan pencapaian akademik.

“Pendidikan tidak cukup mengejar prestasi akademik, tetapi harus membangun karakter, menanamkan moral, mengembangkan empati, serta membentuk anak percaya diri,” tegasnya.

Kepala DP3A Kota Kotamobagu Sarida Mokoginta mengatakan, pemahaman mengenai pola asuh yang tepat merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah kekerasan terhadap anak sekaligus menjaga kesehatan psikologis mereka.

Menurut Sarida, sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai pengasuhan, mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi anak, serta mencegah berbagai dampak pola asuh yang keliru, termasuk tekanan mental, kecemasan, dan perilaku maladaptif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, para asisten, Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta beserta jajaran, staf khusus wali kota, pelajar, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Bagikan Berita ini