KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu mendorong seluruh inovasi yang lahir melalui ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 tidak berhenti pada kompetisi dan penghargaan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Noval C. Manoppo, S.E., M.M., saat menutup Lomba Inovasi Daerah IGA Kota Kotamobagu Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (22/9/2026).
Noval yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu mengatakan, pelaksanaan IGA bukan sekadar ajang menentukan pemenang, melainkan wadah untuk mendorong lahirnya ide dan gagasan kreatif sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Menurutnya, inovasi memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Lomba inovasi daerah IGA Kota Kotamobagu tidak hanya sekadar mencari pemenang atau siapa yang terbaik, tetapi diharapkan dapat melahirkan berbagai ide dan gagasan kreatif untuk memperkuat pembangunan ekosistem riset dan inovasi di daerah,” ujar Noval.
Ketua Tim Juri IGA Kota Kotamobagu, Prof. Dr. Herie Saksono, M.Si., mengatakan proses penilaian tahun ini menggunakan indikator yang kompleks dan berbobot. Para peserta dinilai menunjukkan antusiasme dalam mempresentasikan sekaligus mempertahankan inovasi yang dikembangkan. Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Kotamobagu, Retna Sari Damopolii, S.T., M.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari masyarakat umum maupun perangkat daerah. Ia menegaskan seluruh inovasi yang telah terdaftar akan menjadi perhatian Bappelitbangda untuk ditindaklanjuti agar dapat diaplikasikan dan tidak berhenti sebagai karya dalam kompetisi.
Pada kategori perangkat daerah, Juara I diraih Pemerintah Desa Bilalang I melalui inovasi Sekolah Lansia “Mototabian”, disusul UPTD Puskesmas Gogagoman dengan “Kurma Rigawa Gemoy” sebagai Juara II dan RSUD Kotamobagu dengan “Moindoy” sebagai Juara III. Sementara predikat Inovator Terbaik diraih Marco Djaman, S.H., dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melalui “SIPP PERPUS”. Untuk kategori umum, Juara I diraih MAN 1 Kotamobagu melalui “FELAGO”, Juara II SMK Negeri 1 Kotamobagu dengan “Smart Gas Leak Detector”, dan Juara III STMIK Multicom Bolaang Mongondow melalui “MONGOBASA AI”. Predikat Inovator Terbaik diraih Ririn Kobandaha, S.Pd., melalui “GRIYA ASRI”.
Dengan berakhirnya pelaksanaan IGA ke-VII, Pemkot Kotamobagu berharap berbagai inovasi yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan. Ajang tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintah maupun masyarakat, sehingga gagasan yang lahir tidak hanya menjadi capaian dalam kompetisi, tetapi dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan