Kamis , 8 Oktober 2026

Pelatihan Kerajinan Anyaman Eceng Gondok yang resmi ditutup Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Siapa sangka tanaman yang sering dianggap gulma bisa jadi pundi-pundi ekonomi. Hal itu dibuktikan dalam Pelatihan Kerajinan Anyaman Eceng Gondok yang resmi ditutup Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Aula Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Kotamobagu.

Selama empat hari, para peserta tidak hanya diajarkan cara mengolah dan menganyam, tapi juga dibukakan mata bahwa eceng gondok punya nilai jual tinggi jika diolah dengan kreativitas.

Dalam sambutannya, Ny. Rindah menegaskan pelatihan ini memiliki nilai strategis bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini memiliki nilai strategis, karena selama mengikuti kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik mengolah dan menganyam eceng gondok, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana bahan yang selama ini mungkin dianggap sederhana, dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna, nilai estetika, sekaligus nilai ekonomi,” ujar Rindah.
​
“Dengan kreativitas, keterampilan, dan inovasi, bahan yang sederhana ini dapat diolah menjadi tas, keranjang, produk dekoratif, dan berbagai kerajinan lainnya yang memiliki nilai jual,” tambahnya.
Ketua Dekranasda yang tampil anggun dengan vest putih itu juga berpesan agar ilmu yang didapat tidak berhenti di aula pelatihan saja. Ia mendorong peserta untuk terus berinovasi menciptakan produk yang kreatif, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan pasar.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan harapan Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, agar pengolahan eceng gondok tidak hanya melahirkan keterampilan baru, tapi juga inovasi baru yang bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ny. Rindah juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Dekranasda Provinsi Sulut. Menurutnya, pelatihan di tingkat kota ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan provinsi.

“Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di tingkat provinsi kemudian dibagikan kepada para peserta pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari di Kota Kotamobagu. Dengan demikian, pengetahuan tersebut tidak berhenti pada peserta yang mengikuti pelatihan di tingkat provinsi, tetapi dapat terus dibagikan, dipelajari, dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

Momen penutupan berlangsung hangat. Ketua Dekranasda terlihat antusias memeriksa langsung hasil karya peserta berupa kotak tisu, keranjang, dan tas anyaman yang terpajang rapi. Ia juga menyerahkan sertifikat secara langsung kepada para peserta terbaik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu Noval. C. Manoppo, S.E., M.M., Kepala Disperinaker Johan Sofian Boulu, S.E., M.E., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Siti Rafiqah Bora, S.E., Camat Kotamobagu Timur Kori. M. Manoppo, S.E, para narasumber, pengurus Dekranasda dan Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, serta seluruh peserta pelatihan.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Kotamobagu kini memiliki amunisi baru untuk menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Bagikan Berita ini