Bupati Bolmut Irup Hardiknas di Lapangan Desa Kuala

Info Totabuan, Bolmut – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat kabupaten yang berlangsung di lapangan olahraga Desa Kuala pada Senin, (04/05/2026).

 

Hardiknas ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua,” sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sistem pendidikan nasional di daerah.

 

Dalam upacara tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026/2027. Komitmen ini menegaskan pentingnya proses penerimaan siswa baru yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Bolmut.

 

Selain itu, acara juga diisi dengan penyerahan buku Antologi Puisi Etnik ASEAN dari para penulis kepada Bupati Boltara. Hal ini menunjukkan dukungan terhadap pengembangan karya sastra yang merefleksikan keberagaman budaya dan kekayaan etnik di kawasan ASEAN, sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak bangsa.

 

Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakan oleh Bupati Boltara menyampaikan, Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan spirit pendidikan nasional.

Menurutnya, pendidikan adalah proses tulus penuh kasih sayang yang bertujuan memanusiakan manusia. Melalui pendidikan, potensi alamiah manusia—yang disebut fitrah—dapat ditemukan dan dikembangkan secara optimal.

 

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional Indonesia, menempatkan sistem among—asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan)—sebagai dasar utama dalam membangun karakter peserta didik. Konsep ini tetap relevan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.

 

Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pembangunan SDM Indonesia harus menjadi usaha kolektif untuk menciptakan bangsa yang kuat, maju, dan bermartabat. Kebijakan peningkatan mutu pendidikan pun tidak akan maksimal tanpa adanya tiga unsur utama: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, serta Misi yang lurus. Tanpa ketiganya, seluruh program peningkatan mutu hanya akan berhenti sebagai formalitas tanpa dampak nyata.

 

Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting seperti Ketua TP PKK Boltara Ening Sutrisni Lasena Adam S.ST., Sekretaris TP PKK Moy Olivia Pontoh Mamonto., Kajari mewakili lembaga kejaksaan negeri, Pabung 1303 BM mewakili pihak militer, staf ahli Bupati, para Asisten Pemerintahan dan Pembangunan serta kepala OPD terkait. Tidak ketinggalan pula para camat, sangadi (kepala desa), guru-guru berprestasi serta ratusan siswa dari berbagai sekolah di wilayah Boltara turut memeriahkan momentum bersejarah ini.

 

Pelaksanaan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak hanya sekadar seremoni seremonial belaka melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat tekad bersama membangun sistem pendidikan berkualitas demi masa depan bangsa.

Dengan semangat partisipasi semesta dan komitmen semua pihak, diharapkan pendidikan di Bolaang Mongondow Utara dapat terus berkembang menjadi wahana pencerdasan masyarakat yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

(Ridwan)

Bagikan Berita ini