INFOTOTABUAN, BOROKO—Sebagai panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekda Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Dr Asripan Nani MSi diduga mempertontonkan hal yang tidak terpuji bagi bawahannya.
Terbukti, simbol dua jari yang hanya digunakan bagi Pasangan Calon (Paslon) Drs Hi Depri Pontoh dan Amin Lasena justeru digunakannya bersama sejumlah ASN saat kedatangan Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Herson Mayulu MAP yang nota bene adalah ketua PDIP salah satu partai pengusung Paslon DP-Amin.
“Disetiap kesempatan dia selalu menekankan soal netralitas PNS selang Pilkada Bolmut. Namun, justeru pak Sekda sendiri yang melanggarnya. Kami minta Panwaslu Bertindak tegas dalam hal ini,” kesal ketua LSM Penjara Rafik Alamri.
Terpisah, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulut Mustarin Humagi SHI berjanji akan berkomunikasi dengan Panwaslu Bolmut terkait hal ini. “Ini sangat jelas melanggar. Tidak bisa seorang ASN melakukan selvi apalagi sampai terlibat langsung pada politik praktis. Nanti kami akan berkordinasi dengan Panwaslu Bolmut agar menindak tegas adanya oknum ASN apalagi seorang Sekda yang melakukan ini,” tegasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bolmut Suriansyah Korompot SH berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap adanya oknum ASN yang diduga menyatakan dukungan kepada salah satu kandidat dengan menggunakan simbol salam dua jari. ”Oknumnya akan saya panggil” singkatnya.
Sementara, Sekda Bolmut Dr Asripan Nani MSi menapik soal itu. Menurutnya symbol dua jari yang ditunjukkan bukan pernyataan mendukung salah satu Paslon melainkan, melainkan symbol dua anak cukup. Karena menurutnya, saat itu adalah acara reunian aks Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) se-BMR.
“Simbol itu bukan symbol dukungan kepada salah satu Paslon melainkan symbol dua anak cukup. Mengingat saat itu adalah malam reunian eks pegawai BKKBD se-BMR dan digelar di Bolmut,”pungkasnya. (Smob)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan