Infototabuan.com, Bolmut – Ramadhan tinggal menghitung hari, dalam masa ini Pemerintah mengingatkan bagi para pangkalan Tabung Gas LPG 3 Kg bersubsidi, untuk tidak menjual Gas diatas harga satuan yang sudah ditetapkan, selain itu, bagi pangkalan yang sudah di berikan izin tak bisa dijual di warung selain pangkalan resmi, karena sudah ada ketetapan harga eceran tertinggi (HET).
Beda halnya dengan satu pangkalan yang ada di Desa Tote, Kecamatan Bolangitang Barat yang saat ini telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan harga yang tidak sesuai dengan standar dan melakukan penjualan bukan di pangkalan.
Salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa dirinya harus membeli gas di wilayah lain.
“Saya sebenarnya senang dengan adanya pangkalan LPG di Desa, agar bisa melayani kami yang di sini, tapi ini malah sebaliknya, pangkalan malah melayani orang dari luar dan dijual dengan jumlah yang lebih, juga harga biasanya pangkalan Rp.22.000, malah menjual sampai Rp.23.000,” kesalnya.
Saat dikonfirmasi soal harga ke pemilik Pangkalan, Ulva menjelaskan bahwa harga 23 ribu itu sudah seperti itu. “Harga memang so bagitu tiap pangkalan Rp.23.000 Biar cek ke pangkalan lain,” ujar pemilik pangkalan yang bersangkutan.
Menanggapi hal tersebut, dikonfirmasi lewat Via Telepon Celuler, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperidagkop dan UKM) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Farham Patadjenu mengatakan bahwa harga tersebut sudah di luar standar, Kamis (2/5).
“Jika memang benar demikian penjualan gas LPG 3Kg sudah diluar standar harga yang sudah ditetapkan yaitu Rp.22.000 kemudian dijual Rp. 23.000, maka akan ada sangsi pengurangan jumlah tabung dan pencabutan Izin usaha bagi pangkalan tersebut,” jelas Farhan.
Dia juga menambahkan bahwa Tabung gas LPG yang 3 kilogram bersubsidi itu tak boleh dijual dari pangkalan ke Warung-warung, harus dijual langsung ke masyarakat, karena kalau sudah dijual ke warung maka akan menyalahi ketetapan Harga Eceran Tertinggi, apalagi kalau sudah dijual sampai Rp.30.000.
“Untuk Bolmut itu sudah disediakan 36 ribu tabung per minggu. Kenapa terjadi kelangkaan, karena gas LPG bersubsidi yang 3 kilogram itu yang seharusnya diperuntukkan untuk keluarga kurang mampu dan kalangan usaha kecil dengan omset dibawah 300 juta per tahun, justru dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas, dan ini tidak boleh,” tutup Farhan. (Rudy)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan