Infototabuan.com, Kotamobagu – Kurangnya kesadaran membuang sampah hingga menciptakan gerakan global yang menghubungkan orang-orang dan organisasi diseluruh dunia dengan tujuan membuat planet bersih dan bebas dari sampah.
Maka dari Itu secara serentak pada 15 September 2018 adalah puncak acara World CleanUp Day, dimana pada tanggal tersebut seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga ujung paling timur Indonesia ikut berpartisipasi untuk membersihkan sampah.
World CleanUp Day secara serentak dilaksanakan di 150 Negara, 34 Propinsi dan di ikuti sekitar 13 juta Relawan.
World Cleanup Day menjadi aksi bersih-bersih pertama terbesar di dunia. Begitupun dengan Indonesia, terutama di Kota Kotamobagu
Menurut Koordinator Aksi WCD Kotamobagu, Harri Anshor Pasambuna mengatakan kegiatan ini merupakan menjadi kegiatan gotong royong terbesar untuk pertama kalinya yang melibatkan 13 juta penduduk.
“WCD diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran manusia akan isu sampah yang sudah menjadi isu kritis dan didiskusikan di berbagai negara.” Ujar Harri
Selain itu dirinya menambahkan bahwa Indonesia masih menjadi buah bibir sejak dinobatkan sebagai negara penyumbang sampah plastik kedua di dunia setelah China.
“Momentum ini diharapkan merubah perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan melakukan pengelolahan sampah yang baik.” Ungkap Harri
Kegiatan WCD di wilayah Kota Kotamobagu di lakukan di beberapa titik diantara di Terminal Pasar Serasi, Kawasan Lumoring, dan Sungai yang ada di Kotamobagu.
Acara WCD di ikuti beberapa SKPD di Lingkup Kotamobagu dan beberapa komunitas diantaranya Pencinta Alam KMPA Maleo, HPPA Biosfer, Slankers Kotamobagu, Komunitas Yoga Kotamobagu, Inde Dou Institute. (Ainur Rofi)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan