Meski Dianggap “Raksasa”, Karel Bangko Tak Berbesar Hati

INFO TOTABUAN, BOLMUT – Pesta demokrasi di Kabupaten bolaang Mongondow Utara (Bolmut) semakin dekat, reaksi konstituen dari kandidat pun makin menggeliat. Ada yang menilai negatif terhadap lawan-lawan politiknya, tak jarang juga ada yang menilai sisi positif kandidat lain.

Seperti diberitakan oleh beberapa media massa belum lama ini bahwa nama Karel Bangko.SH disebut-sebut sebagai “raksasa” di Pilkada Bolmut.

Pemaknaan kata raksasa dimaksud sebagai calon kuat, bisa juga dimaknai sebagai kandidat yang harus diperhitungkan dalam pertarungan kursi Bupati Bolmut 2018 nanti.

Hal itu cukup beralasan, sebab kandidat yang akan diusung oleh Partai Golkar dan partai-partai besar lainnya ini telah mampu menunjukkan elektabilitasnya yang tinggi dalam ruang politik di tanah eks-swapaja Bolaang Mongondow Utara.

Tak ayal, panji-panji partai pendukung Papa Iqra (sapaan akrab Karel Bangko) pun telah berkibar merata diseluruh daerah pemilihan.

Ini menunjukkan bahwa Karel Bangko telah mendapat kepercayaan penuh dihati rakyat Bolmut, ungkap salah seorang simpatisan yang enggan namanya disebutkan.

Raksasa tidak pernah mengatakan bahwa dirinya besar dan kuat, tetapi ia hanya menunjukkan keperkasaannya dengan fisik dan kekuatannya. Demikian tanggapan politikus yang dikenal dengan sikap komitmen yang kuat ini, setelah mengetahui bahwa dirinya mendapat julukan itu. Saya tidak pernah merasa “besar”, saya hanya melakukan sesuatu yang bisa saya perbuat untuk kepentingan bersama. Rakyat adalah raksasa yang sebenarnya, sebab hanya rakyatlah yang mampu membentuk seseorang menjadi raksasa yang akan melindungi kepentingan rakyat itu sendiri.

Jika ditelisik kiprah politisi kawakan ini dalam kancah perpolitikan di daerah, pantas juga kata raksasa dilekatkan pada dirinya. Sejak awal berkarir dalam tubuh Partai Golkar, Karel Bangko telah menunjukkan konsistensinya sebagai politikus sejati. Hal ini ditunjukkan dengan terpilihnya ia sebagai anggota DPRD Bolaang Mongondow (sebelum Bolmut dimekarkan) dan pada saat itu mendapat kepercayaan sebagai Ketua Komisi D. Selanjutnya, sejak tahun 2007 berhasil menahkodai DPRD Bolmut hingga saat ini.

Selain itu, Karel Bangko juga pernah terjun dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Bolmut pada tahun 2013 lalu, namun kalah dengan pesaingnya ketika itu meskipun selisih suara yang diperolehnya tidak terlampau jauh. Baginya, kekalahan dalam pilkada tersebut merupakan bagian dari dinamika politik dan tidak mengurungkan niatnya untuk kembali mempertaruhkan visi, misi dan programnya yang lebih baik dimata masyarakat Bolmut. Harapan itu pun kemudian mendapat sambutan positif dari rakyat untuk kemudian mengharapkan kesediaannya bertarung dalam pesta demokrasi tahun 2018 mendatang. Harapan dan impian rakyat inilah yang menjadika dirinya sebagai raksasa yang tidak mudah untuk dikalahkan.(King)

Penulis : Frian Eyato

Bagikan Berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *