Info Totabuan, Bolmut – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) hari menggelar pertemuan dengan seluruh guru Pendidikan Agama Islam maupun Kristen di lingkungan Pemerintah Daerah Bolmut, Kamis (01/10/2026)
Pertemuan ini digelar dengan mengundang seluruh guru agama penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum cair sejak Bulan Mei dan Juni 2026, juga menghadirkan sejumlah pejabat terkait diantaranya Kadis Pendidikan Kabupaten Bolmut, Kepala Dinas Cabang Provinsi Sulawesi Utara dan sejumlah pejabat teknis Kementerian Agama setempat.
Terungkap dalam pertemuan ini, Kemenag Bolmut menggelar pertemuan ini setelah adanya aksi yang dilakukan sejumlah guru agama di Kemenag Bolmut, Rabu (30/09/2026).
“Jujur saja, jika tidak ada aksi kemarin dan tidak viral di medsos, mungkin pertemuan ini tidak terjadi,” ujar salah satu guru saat sesi tanya jawab.
Senada dengan hal ini, peserta rapat juga mengungkapkan jika masalah ini berulang-ulang dipertanyakan di WA group guru agama bersama Kemenag, namun tidak pernah digubris.
Melalui sambungan daring, Kepala Kantor Kemenag Bolmut, Idrus Sante, hadir di tengah kehadiran para guru yang memenuhi ruangan. Ia menyampaikan, saat ini anggaran yang dibutuhkan belum tersedia.
“Kami terus berupaya mengusulkannya, kami berharap Bapak dan Ibu guru tetap bersabar,” ujar Idrus Sante.
Menurut Kakan Kemenag, prosesnya sedang berjalan.
“Mari kita berdoa semoga segera selesai, dan pembayaran bisa segera dilakukan.” Ujarnya
Lebih lanjut ia menjelaskan, keterlambatan ini bukan hal yang dialami Bolmut semata.
“Ini menyangkut kondisi nasional, di Sulawesi Utara saja, masih ada delapan kabupaten dan kota yang belum menerima pencairan yang sama,” ungkapnya, berharap hal ini dapat dipahami bersama.
Namun penjelasan tersebut belum sepenuhnya menenangkan para guru. Suara tanya tetap terdengar dari tengah ruangan.
“Kami meminta keterbukaan. Jelaskan secara transparan mengapa tunjangan profesi ini belum kunjung cair,” tegas salah seorang guru.
Sementara itu, dari bagian Perencanaan Kemenag Bolmut, Nur Zumriyah turut memaparkan realita yang dihadapi. Pengajuan sudah dilakukan secara rinci, namun kenyataannya sangat jauh dari harapan.
“Proses pengusulan ini berdasarkan by name dan by adress masing-masing guru. Namun dari pusat, yang baru cair hanya satu miliar rupiah, padahal kebutuhan kami mencapai enam miliar rupiah,” ungkapnya.
Pertemuan hari ini setidaknya telah membuka ruang dialog, meski kepastian pencairan masih menjadi harapan yang menunggu terwujud.
(Ridwan)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan