Jumat , 4 September 2026

Diduga Ada Pembelanjaan BBM Tak Wajar KPU Bolmut di SPBU Boroko


Info Totabuan, Bolmut — Muncul dugaan adanya pembelanjaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai tidak wajar dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Boroko.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Manajer SPBU Boroko, Fauzi Alamri, kepada wartawan Media Info Totabuan, Rabu (02/09/2026).

“Pembelian tidak wajar dari KPU di SPBU, sangat tidak wajar,” ujar Fauzi Alamri secara tegas saat dikonfirmasi terkait transaksi pembelian BBM yang dilakukan oleh lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Meski tidak merinci secara spesifik unsur ketidakwajaran yang dimaksud, Fauzi menegaskan pihaknya siap memberikan keterangan lengkap apabila sewaktu-waktu diminta oleh aparat penegak hukum. Ia juga mengaku telah beberapa kali dipanggil pihak berwenang terkait kasus ini.

“Saya ini sudah berapa kali dipanggil APH soal pembelanjaan BBM yang tidak wajar, jadi kalau dipanggil lagi saya siap,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, Ketua KPU Bolmut, Zamaludin Djuka, menampik keras tuduhan pembelian BBM yang tidak wajar. Menurutnya, setiap transaksi pembelian bahan bakar yang dilakukan pihaknya selalu mengikuti prosedur resmi yang berlaku.

“Setiap pembelian BBM dari KPU itu ada prosedur resmi, ada kwitansi pembelian, jadi itu tidak benar,” tegas Zamaludin saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (03/09/2026).

Zamaludin juga menjelaskan, pengisian bahan bakar untuk kendaraan operasional KPU dilakukan dengan sistem barcode sebagai bentuk pengawasan dan pencatatan yang akuntabel.

“Tiap pembelian itu kami ada barcode,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua KPU Bolmut meminta agar isu ini tidak berlebihan dihebohkan di tengah masyarakat, mengingat saat ini pihaknya sedang dalam proses hukum terkait dugaan korupsi dana hibah Pilkada yang sedang ditangani pihak kejaksaan. Masyarakat pun kini menantikan hasil pemeriksaan pihak berwenang guna mengungkap kebenaran di balik dugaan pembelanjaan BBM yang tidak wajar tersebut.

(Ridwan)

Bagikan Berita ini