Berdasarkan keterangan para pembudidaya ikan, penjaga pintu air, serta warga setempat, peristiwa kematian ikan diperkirakan terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 03.00 WITA. Kejadian itu menimbulkan kerugian bagi para pembudidaya yang menggantungkan usaha pada kolam dengan aliran air dari bendungan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Piter Suli, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan awal sekaligus mengumpulkan informasi dari masyarakat terdampak.
“Rencana tindak lanjut akan dilakukan identifikasi dugaan pencemaran, pendataan pembudidaya terdampak, serta langkah penanganan sesuai ketentuan dan SOP yang berlaku,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kotamobagu juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kejadian serupa, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan