Info Totabuan – Ramadhan benar-benar membawa damai dan berkah, hal ini patut disematkan ke warga Kota Manado, baik yang beragama Islam ataupun yang Kristen.
Kota yang sejak dulu terkenal dengan nuansa pluralitas ini memang mengoleksi beragam suku dan agama, mereka hidup rukun dan damai turun temurun.
Ramadhan 1445 ini menjadi fenomenal dalam hal kebersamaan, betapa tidak, warga yang beragama Kristen ikut meramaikan berbelanja takjil buka puasa di lapak-lapak takjil milik warga Muslim yang berjualan.
Tentunya, ini membawa berkah dan manfaat, berkahnya, lapak takjil menjadi tempat silaturahmi, manfaatnya jualan jadi sangat laris bahkan ludes tak bersisa.
Fenomena ini kemudian menarik salah seorang aktifis Sulut, Taufik Bilfaqih, untuk menuliskan ungkapan di postingan media sosial Facebook, berikut unggahannya, pada Minggu (17/03/2024).
MUSLIM MANADO BERSATU HADANG SERANGAN UMAT KRISTEN !
Hampir seminggu ini, Ramadhan di Manado terjadi kerumunan di lokasi takjil.
Pedagang Muslim kewalahan gegara serangan umat Kristen yang berburu kue basah. Kadang, belum jadwal berbuka puasa, kue habis.
Tak bisa dibiarkan. Umat Islam Manado wajib bersatu. Segera perbanyak dagangan takjil. Jangan biarkan serangan umat lain ini tak bisa diladeni.
Ayo, onde-onde, cucur dan risoles mulai mendominasi. Sementara lalampa dan kolak pisang mulai tergerus.
Hadang serbuan umat Kristen, dengan perbanyak stok jualan dan kase sadap depe adonan.
Wuuuuh ! Baku abis jo… !!!
Demikian tulisan sang Habib Muda.
Sontak hal ini memicu reaksi positif netizen di Kota Manado, mereka berkomentar dengan berbagai tanggapan, dalam nuansa kerukunan.
“Wkkwkwkwkwkw…. Pokoknya kalo Kukis LAMPU LAMPU tetap Kita Beli lebee wkwkwkkwww,” Komentar Refly Julians Mawikere.
Netizen lain juga tak kalah seru berkomentar.
“Ayoo ayooo, biar opor ayam bisa banyak tersaji di meja buat Qt serabut juga, Selamat berbuka puasa, dan selamat menunaikan ibadah puasa, bulan yg penuh berkah dan ampunan, indahnya toleransi dan persaudaraan,” Komen Vivi Sondang.
Ada juga komentar komentar dari akun La Fleur Decoration,
“Itulah keindahan kami di Manado kami sangat toleransi, kami saling menghormati, buat saudaraku umat muslim kami memang tidak puasa tapi kami suka takjil, ayoooooo serbuuuuuuu panada, lampu lampu biapong, dan lain-lain,”.
Sungguh, kerukunan yang patut dicontoh
(Ridwan)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan