KOTAMOBAGU – Di tengah duka mendalam yang menyelimuti Kota Kotamobagu, Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., mengambil langkah tegas dan penuh empati. Seluruh perayaan dan euforia berlebihan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini resmi dibatasi.
Kebijakan tersebut diambil menyusul tragedi maut ajang drag race di Kelurahan Upai, Sabtu (9/8) lalu, yang merenggut 8 nyawa dan melukai puluhan warga. Hingga kini, sejumlah korban luka masih berjuang untuk pulih dan menjalani perawatan intensif di RS Monompia dan RS Prof. Kandou Manado.
Pernyataan sikap itu disampaikan Wali Kota usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan HUT RI bersama Forkopimda, Selasa (11/8/2026).
Atas nama Pemerintah Kota, Weny Gaib menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan tersalurkan, serta memastikan perawatan medis bagi korban luka berjalan maksimal.
“Kota kita sedang berduka. 8 warga kita meninggal dunia. Ini bukan angka, ini keluarga kita,” ujar Weny Gaib dengan nada prihatin.
Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran dan masyarakat untuk menahan diri dari kegiatan hiburan dan keramaian yang berlebihan.
“Momentum kemerdekaan tahun ini hendaknya kita sikapi dengan bijak, tanpa melukai perasaan keluarga yang sedang berkabung. Upacara dan kegiatan pokok peringatan tetap berjalan khidmat, namun euforia dan keramaian berlebih kita kurangi. Ini sebagai wujud empati dan penghormatan kita.
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan