Senin , 24 Agustus 2026

Walikota Kotamobagu Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Kotamobagu – Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dan Apel Korpri di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Alun-Alun Boki Hontinimbang Kotamobagu, Senin (1/6/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, SH., MH., pimpinan dan anggota DPRD Kotamobagu, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran TNI dan Polri.

Dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Wali Kota Weny Gaib menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, merupakan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momentum refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menjadi jangkar moral di tengah dinamika geopolitik global, perkembangan teknologi, dan ancaman perpecahan.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menghadirkan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial serta menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam harmonisasi kebangsaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tegasnya

Bagikan Berita ini