Info Totabuan, Bolmut – (Advetorial) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) hari ini menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kabupaten, Selasa (15/04/2025).
Kegiatan yang digelar di Aula Bapelitbangda ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, didampingi oleh Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh.
Unsur yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Forkopimda, Pimpinan DPRD Bolmut beserta anggota, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Inspektur Daerah Bolmut, Pimpinan OPD, Dirut RSUD, pimpinan Perbankan, Tokoh Masyarakat, Insan Pers serta Organisasi kemasyarakatan lainnya.
Kegiatan Musrenbang ini diawali dengan laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Abdul Jalil Pandialang, Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi.
Dalam laporannya disampaikan tujuan dalam Musrenbang kabupaten adalah untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi masukan kesepakatan antar pemangku kepentingan terhadap tujuan, sasaran, strategi arah kebijakan dan pembangunan daerah.
Disampaikan, terdapat sejumlah usulan yang akan dibahas dalam Musrenbang ini, yakni berjumlah 2815 usulan, dan lima usulan dinyatakan ditolak pada pelaksanaan desk karena tidak sesuai dengan Renja SKPD.

Dilaporkan juga, sejumlah usulan aspirasi ke Provinsi berjumlah 446 usulan sudah terinput di SIPD RI, dan nantinya akan dibahas pada Desk Musrenbang Provinsi yang pelaksanaanya besok 16/4/2025 sesuai undangan dari Provinsi Sulawesi utara.
Musrenbang ini menghimpun segala usulan dari enam Kecamatan, kemudian dalam musrenbangkab dijadikan persiapan dalam rangka Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026.
Sementara itu, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dalam sambutan pembukaan, mengatakan, Musrenbang ini akan merumuskan program prioritas, yang nantinya menjadi dasar pembangunan kedepan sejalan dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
“Kita dihadapkan pada tantangan global yang dinamis, mulai dari ketidakpastian geo politik, perubahan iklim hingga fluktuasi harga komoditas. Maka berbagai kondisi tersebut memerlukan kebijakan strategi dan efisiensi anggaran”, terang Sirajudin.
Menurut Bupati, pemerintah daerah berupaya mengedepankan prinsip efisiensi dalam pengelolaan anggaran, memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar berdampak positif pada masyarakat.
Untuk itu menurut Bupati, setiap rupiah yang dialokasikan harus digunakan sebaik mungkin, terutama untuk pemenuhan sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
“Kondisi daerah kita saat ini kita harus tahu, seperti pertanian, kita harus tahu berapa luas pertanian kita, berapa yang teririgasi, panen berapa ton per hektar, per tahun kita harus tahu, data ini harus tersinergikan”, ungkapnya.

Satu hal penting menurut Bupati adalah data, Karena data itu jadi input pada saat merumuskan kebijakan, maka dalam forum ini Bupati minta kepada seluruh stakeholder agar untuk serius.
Bupati Sirajudin Lasena juga menyoroti sejumlah tantangan strategis yang dihadapi daerah, mulai dari tingginya ketergantungan fiskal terhadap dana transfer pusat hingga dampak kebijakan global seperti tarif impor AS sebesar 32 persen yang dinilai sangat mempengaruhi pendapatan negara.
“Indeks ketergantungan fiskal kita terhadap dana transfer pusat sangat tinggi. Fiskal kita rendah, artinya, tanpa transfer dari pusat, kita tidak bisa memastikan pembiayaan belanja daerah. Itu fakta,” ungkapnya.
Ia menyebut, model pengelolaan dana transfer pemerintah pusat dalam tiga tahun terakhir mengalami perubahan drastis. Akibatnya, daerah-daerah seperti Bolmut yang belum memiliki kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kuat menjadi sangat rentan terhadap turbulensi kebijakan nasional.
Lasena juga menekankan pentingnya efisiensi dan pengurangan beban anggaran pada semua sektor.
Ia meminta pimpinan OPD untuk mulai mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang bisa dikurangi, dari sebelumnya menyerap 20 persen anggaran menjadi 10 persen saja.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh stakeholder untuk tidak hanya bergantung pada APBD dalam membangun daerah.
Ia menegaskan perlunya kolaborasi, koordinasi, dan terobosan, termasuk membangun komunikasi langsung dengan kementerian.
Pihaknya mengungkapkan, tema pembangunan Kabupaten Bolmut di 2026 fokus pada pemerataan Kesejahteraan Masyarakat melalui Peningkatan Akses Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi, serta Reformasi Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel.

Prioritas pembangunan untuk Tahun 2026 diarahkan pada perluasan akses pendidikan, layanan kesehatan yang merata, dan pemerataan ekonomi bagi semua lapisan masyarakat.
Sehingganya, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem kewirausahaan daerah, melalui pelatihan, pemberian akses modal, serta pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.
“Selain itu, peningkatan keamanan, kualitas permukiman, serta akses terhadap transportasi yang ramah lingkungan juga menjadi fokus kami, “jelasnya.
Di akhir sambutan, Bupati berpesan reflektif bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan di daerah, menurutnya, pembangunan adalah legacy/warisan, maka harus pastikan apa akan dibangun hari ini menjadi berkah dan manfaat nyata bagi generasi selanjutnya
(Advetorial/Ridwan)
INFO TOTABUAN | Pusat Informasi Totabuan Pusat Informasi Totabuan